Kamis, 10 Juli 2014

Burung Phoenix

Burung Phoenix
     Di suatu padang gurun luas tanpa tumbuhan, dengan Bulan bersinar di langit, para pengembara bersiap - siap untuk beristirahat. Mereka mulai menyalakan api unggun, dan cahaya jingga yang memancar  dari api menambah semarak padang gurun yang tenang itu.    
     Seekor burung phoenix yang sedang terbang di langit melihat api unggun itu, dan segera menyadari  bahwa sebuah momen penting sudah tiba.
     Burung phoenix itu kuat, bersemangat, dan memiliki kekuatan melampaui elang terkuat di dunia. Bulu - bulunya cemerlang seperti emas dan bersinar seperti permata ; bahkan bulu merak terlihat pucat bila dibandingkan dengan bulu - bulu phoenix.
     Burung phoenix membentakan sayapnya dan terbang di langit malam, berputar - putar dengan senang menuju bagian tengah api unggun.
     Api membakar sayapnya, tetapi burung phoenix menahan rasa sakit itu dan melemparkan dirinya masuk lebih dalam ke api. Dengan terbakarnya bagian terakhir dari tubuhnya, dia mengalunkan simfoni terindah dalam hidupnya.
    Api itu segera menjadi bola api yang melingkupi tubuh tubuh burung phoenix; dia jatuh ke dalam api, dalam penderitaan dan sukacita. Tiba -tiba, api biru melompat ke atas pasir dan menari dengan ringan diantara angin. Sederet api terbang ke langit, dan dengan cepat mengisi padang gurun dengan cahaya merah ,dengan menuju Bulan. Sayap burung phoenix itu berkilau dalam api. Melalui penderitaan dan rasa sakit ini, burung phoenix telah bangkit menuju awal yand baru
PESAN  MORAL
    Perumpamaan ini menunjukan bahwa kita harus melewati cobaan dan penderitaan untuk memperoleh cara hidup yang baru, mendapat instrospeksi yang lebih dalam tentang diri kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar