Burung Phoenix
Di suatu padang gurun luas tanpa tumbuhan,
dengan Bulan bersinar di langit, para pengembara bersiap - siap untuk
beristirahat. Mereka mulai menyalakan api unggun, dan cahaya jingga yang
memancar dari api menambah semarak
padang gurun yang tenang itu.
Seekor burung phoenix yang sedang terbang
di langit melihat api unggun itu, dan segera menyadari bahwa sebuah momen penting sudah tiba.
Burung phoenix itu kuat, bersemangat, dan
memiliki kekuatan melampaui elang terkuat di dunia. Bulu - bulunya cemerlang
seperti emas dan bersinar seperti permata ; bahkan bulu merak terlihat pucat
bila dibandingkan dengan bulu - bulu phoenix.
Burung phoenix membentakan sayapnya dan
terbang di langit malam, berputar - putar dengan senang menuju bagian tengah
api unggun.
Api membakar sayapnya, tetapi burung
phoenix menahan rasa sakit itu dan melemparkan dirinya masuk lebih dalam ke
api. Dengan terbakarnya bagian terakhir dari tubuhnya, dia mengalunkan simfoni
terindah dalam hidupnya.
Api
itu segera menjadi bola api yang melingkupi tubuh tubuh burung phoenix; dia
jatuh ke dalam api, dalam penderitaan dan sukacita. Tiba -tiba, api biru
melompat ke atas pasir dan menari dengan ringan diantara angin. Sederet api
terbang ke langit, dan dengan cepat mengisi padang gurun dengan cahaya merah
,dengan menuju Bulan. Sayap burung phoenix itu berkilau dalam api. Melalui
penderitaan dan rasa sakit ini, burung phoenix telah bangkit menuju awal yand
baru
PESAN MORAL
Perumpamaan ini menunjukan bahwa kita harus
melewati cobaan dan penderitaan untuk memperoleh cara hidup yang baru, mendapat
instrospeksi yang lebih dalam tentang diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar