Air
Suatu hari air memandang awan dengan penuh
kekaguman, “ Aku sangat berharap bisa
terbang!”
Karena merasa putus asa, air meminta
bantuan kepada api. “ bisakah kamu membantuku terbang ke langit?” tanya air. “
tentu!” jawab api dengan penuh semangat.
Dengan mamindahkan panas dari dirinya ke
air, api mengubah air menjadi uap. Karena lebih ringan dari angin, uap naik ke
atas langit. Ketika uap naik, uap berada jauh dari jangkauan api, dan uap
dibiarkan untuk bertindak sekendak hatinya. Ketika uap naik lebih tinggi, udara
menjadi tipis dan lebih dingin, uap mulai merasa kedinginan. Mereka memutuskan
untuk bergabung untuk manciptakan kehangatan. Akhirnya mereka menjadi lebih
berat dari pada udara. Uap telah menjadi air lagi!
“Oh, tidak” mereka berteriak putus asa
saat mereka mulai terjun ke bawah dan menyentuh tanah dengan cepat dan keras.
Air terlalu berambisi dan tidak
memperkirakan bahwa ini akan terjadi: dia menhabiskan banyak untuk bermimpi
naik ke langit, tetapi malah jatuh dari langit. Air hujan itu akhirnya diserap
oleh bumi dan masuk ke dalam tanah.
Air bertobat untuk waktu yang lama agar
benar – benar dibersihkan dari dosa ini
PESAN MORAL
Kisah ini memberi tahu kita tentang
pentingnya menyadari kenyataan. Kita harus tetap bijaksana, berakal sehat, dan
tidak menetapkan tujuan yang mustahil, yang hanya membuat kita kecewa, bahkan
malu dan menyesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar